"Ya Allah bereskanlah agamaku yang mana agama itu menjadi pokok urusan bagiku. Bereskan urusan duniaku yang menjadi tempat hidupku. Dan bereskanlah pula urusan akhiratku yang mana akhirat itu tempat negri kembaliku. Jadikan hidupku itu hanya untuk menambah kebaikan. Dan jadikan pula kematian bagiku hanya tempat untuk istirahat dari berbuat jahat"
Tampilkan postingan dengan label karena Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karena Allah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Februari 2015

Allah, yang kutuju

Allah, lapangkan hati ini untuk menerima setiap hal yang terjadi
Ijinkan hati ini tenang, ikhlas memaafkan dan menerima
Memberi tanpa sedikitpun meminta meski hanya ucapan terimakasih
Memberi tanpa meminta puji meski hanya sebutan nama

Allah, masih amat berat bagiku
Yakinku dengan kuasa-Mu akan mudah untukku
Aku tahu, diri masih amat fakir akan ilmu
Aku tahu, diri masih teramat kurang akan harta 
Aku pun tahu, aku bukan siapa-siapa dimata manusia 
Namun aku tak tahu, bagaimana diri ini dihadapanMu nanti ?
Aku hanya ingin menjadi hamba yang Kau ridhoi
Disaat hidupku hingga matiku

Jika sesamaku ada dalam penggalan kisah dunia ku ini, itu karena takdir-Mu
Kau beri aku penggalan kisah suka maupun duka
Karena Engkau menginginkan aku selalu bersyukur di setiap ujian-Mu
Ujian ringan ataukah berat yang Kau beri, itu karena imanku
Iman yang masih sering goyah berusaha untuk tetap kokoh dalam keistiqomahan jalan-Mu

Allah, tiada yang kumiliki selain Cinta-Mu
Apa yang aku genggam dalam hati dan tangan ini adalah titipanMu
Egoisnya diri jika ku masih sering memegang erat-erat yang ada ditangan 
Dan memendam dalam-dalam yang ada dihati
Sering pun diri terlupa akan nikmat dari Mu
Astaghfirullah, lindungi aku 

Ampuni aku,
Terkadang hati masih mencari salah
Terkadang mata masih memandang sebelah 
Terkadang kaki masih berbelok arah
Terkadang tangan masih enggan mengasih 
Dan tubuh masih terlalu nyaman merebah

Allah, teguhkan hati ini dalam agamaMu
Tunjukanlah selalu jalan lurusMu
Jauh kan hamba dari segala perkara kebathilan
Kuatkan langkah ini untuk membela agamaMu
Bersama dalam barisan para pejuang, pembela dien dan Cinta Rasul-Mu
Berilah hamba hidup dalam kebaikan 
Masukanlah hamba dalam golongan khusnul khotimah
Terangi kubur hamba dengan Nur-MU
Teduhilah hamba dari panasnya padang masyar
Mudahkanlah hamba melewati Ash-shiratul musthaqim
Dan ijinkanlah hamba memasuki pintu surga-Mu

Selasa, 09 Desember 2014

Biarkan Terjaga Sampai Waktunya

Hey,
Tiba-tiba ada sapaan lembut tak terdengar suaranya pun tak terdengar geraknya.
Berbisik lirih ditelinga hingga ke relung hati.
Senyum terkembang mengekspresikan rasa
Entah, itu apa dan seperti apa
Hanya dalam seulas senyum mata berbinar

Hey, hey, kau kenapa ?
Tertunduk malu sembunyikan rona merah wajahmu
Percepat langkah tuk menjaga pandang
Dalam hati tersebut istighfar berulang
Begitu takutnya dirimu akan penjagaanNya

Kau wanita yang penuh kelembutan
Kau wanita mudah tergoda pujian
Hatimu penuh rasa tak terlukis oleh kata
Setiap pandang akan cepat sampai ke dada
Hingga fikirpun terkadang lupa
Dan khayal pun kian menghiasi

Indah rasa itu, tapi akan lebih indah jika Ia meridhoi
Bahagia itu menghampiri, namun karnaNya menjadi keberkahan
Semangat itu berkibar, melainkan Ia yang akan mengibarkan sampai di ujung lelahmu
Dan sabar itu nikmat, sepanjang rasa tersusun hikmah berbuah surga.
Maka jaga Ia selalu hingga penjagaanNya akan menyertaimu..
Maka cintailah Ia hingga cintaNya menjadi paling utama..

InshaaAlloh...

Rabu, 07 Mei 2014

Jalinan Ukhuwah Bermula...




Disuatu malam yang sunyi, hati-hati manusia yang hening dalam kesibukan masing-masing. Terjadi percakapan antara insan yang mencoba memecah keheningan malam. Menyeruakkan heningnya hati mencari setitik cahaya jalinan ukhwah karna illahi.


 A : Akhir-akhir ini banyak sekali yang menikah, melahirkan dan juga meninggal.
 B : Ya begitulah siklus kehidupan, berganti dari generasi ke generasi    hingga akhir masa kan tiba.
 A : Manusia tak diciptakan kecuali untuk beribadah..
 B : " yup.."
 A : Eh, iya. Kamu melihat hidupku bagaimana sih ? Kadang aku sering tidak bersyukur dan merasa tak beruntung.
 B : Hidupmu baik-baik saja sepertinya, justru dirimu sangat beruntung. Tengoklah dalam keluargamu, lingkungan sekitarmu dan teman-temanmu. Dan bersyukurlah atas nikmat yang tlah kau terima.
 A : Iya, Alhamdulillah. Semua diberikan tak kekurangan. Alhamdulillah..
 B : Lalu, apa yang membuatmu merasa tak beruntung ?
A : Entahlah...
B : Sabarlah menerima setiap kejadian. Dan jika kau tau, diluar sana banyak yang tak seberuntung dirimu.
A : Iya sabar, penting itu.
B : Iyah
A : iyah...
B : Menurutmu seperti apa sahabat itu ?
A : Entahlah, sahabat harus lebih banyak memberi daripada diberi.
B : Pemberian seperti apa ?
A : Banyaak, semuaa..
B : Lalu dimana bisa kudapatkan sahabat itu ?
A : Ga tau, sahabat ooo sahabat. Kau mau jadi sahabatku ? Aku butuh itu.
B : Selama aku kenal dirimu, selama itu pula aku berusaha jadi sahabat yang terbaik. A : �쏀�쏀�쏀 *ekspresi nangis...
Jika dirimu tak masalah bersahabat dengan ku, dengan senang hati aku berusaha menjadi sahabat terbaikmu. Karena aku sadar, aku juga butuh sahabat. Sahabat yang tak akan melupakan kita bagaimanapun kita saat ini dan saat nanti. Dan akan seperti apa kita saat ini dan saat nanti.
A : Kau tentu banyak sahabatnya. Aku terlalu cuek untuk jadi sahabat.
B : Entah banyak atau tidak, yang ku tahu aku hanya ingin bersahabat dengan siapapun. Tak usah kau khawatir, kita diciptakan berbeda begitu juga dengan sifat dan karakter. Hanya butuh pengertian dan butuh saling memahami. Dan hanya ketulusan yang ku punya untuk jadi sahabatmu. Aku akan sangat senang jika kau percaya padaku.
A : SubhanaAllah,... Maafkan jika banyak sekali ketidakpekaanku atas masalah-masalah yang selama ini kau hadapi. Karena aku terlalu cuek, mungkin sering kali abai tak peduli. Aku bulan tipe perempuan lembut, tapi sebenernya hatiku mudah sekali tersentuh, sensitif dan menangis.
B : Kau tak salah, dan tak perlu minta maaf. Karena masalah seninya
kehidupan. Setiap orang punya masalah. Berat atau ringan tergantung masing-masing. Kau buat ku tersenyum itu sudah meringankan, kau membuat diriku senang. Kau bahagia aku pasti bahagia, tapi jika kau sedih, bahu ini akan selalu ada untuk seorang sahabat. Dan bukankah perbedaan itu indah, seperti pelangi warna warni indah dipandang. Bahkan kehadirannya selalu ditunggu -tunggu dan membuat senyum untuk semua orang. Aku tak memandang sifat ataupun karaktermu, asalkan kau bisa percaya sudah cukup untukku. Dan tentu saja jika kau bisa menerima diriku.
A : Iya aku menerima itu apa adanya tak dibuat-buat, sederhana saja. Karena aku pun begini biasa saja tak istimewa.
B : Biarkan sederhana itu terus mengalir dan yang biasa itu menjadi istimewa. Karena ksu istimewa buatku, yah karena kau adalah sahabatku.
A : Aku pernah menangis tersedu sampe terisak meratapi diri yang merasa kurang beruntung. Lalu tak lama Allah beriky teguran. Saat sedang kirim barang paket di JN* , kasirnya nangis-nangis karna dia, katanya pusat salah timbang dan uang kurang, dan harus ganti rugi. Terpaksa gajinya harus dipotong, padahal pas-pasan. Terus gak lama ada customer komplain barang yang diterima berupa gitar listrik patah. Harga gitar 7 juta, mana yang komplain tattoan banyak makin ngerilah kasir sama aku. Dia gak mau tahu pokoknya dia merasa kirim barsng dari situ jadi musti diganti. Ya, dari situ aku merasa Allah selalu menjagaku. Penjagaannya padaku terlalu kuat maka sering kali jika aku lalai langsung ditegur.
B : Allah amat sayang, Alhamdulillah...
A : Iya, cuma kadang syukurku terlalu rapuh dan sering menagih nikmat lebih.
B : Disetiap kejadian pasti ada hikmahnya yang bisa diambil jika kita selalu berprasangka baik pada-Nya.
A : Terimakasih sudah mau bilang seperti itu jadi sahabatku. Karna aku tak pernah berucap seperti itu sebelumnya kepada siapapun. Aku sulit berkata sayang, berucap cinta, padahal dalam hati penuh sayang dan cinta untuk orang- orang yang mau peduli padaku. Bahkan aku jarang berkata rindu walau hati penuh mengadu rindu. Mengaku untuk hal-hal seperti itu terasa tabu dan kaku dilidah, namun mudah sekali kurangkum di tulisan, dibuat indah sampai haru.
B : Iya manusia tak luput dari kelalaian. Begitu juga diriku, semangat dan iman ini masih labil dan butuh penguat. Sama-sama cobalah untuk membuat tersenyum orang-orang yang kau sayangi dan peduli padamu dengan menyenangkan hatinya. Karna kata-kata sayang, cinta dan rindu yang tulus akan memberikan semangat energi yang positif. Menjadikan dunia ini indah dengan persahabatan.
A : Kau tau ada yang menggenang disini, di mata yang padahal tak kupinta dia menetes. Alhamdulilah sedikit perlahan resahku tersalurkan dengan ini, sesakku pun sedikit hilang karna dengan ini. Sharing sederhana namun memberi makna. Terimakasih untuk semuanya, moga Allah selalu menjagamu, menjaga imanmu, dan hatimu selalu tertuju padaNya.
B : Aamiiin.... Semoga Allah menjaga ukhuwah ini... Anahubikafillah ukhti... �쏀