"Ya Allah bereskanlah agamaku yang mana agama itu menjadi pokok urusan bagiku. Bereskan urusan duniaku yang menjadi tempat hidupku. Dan bereskanlah pula urusan akhiratku yang mana akhirat itu tempat negri kembaliku. Jadikan hidupku itu hanya untuk menambah kebaikan. Dan jadikan pula kematian bagiku hanya tempat untuk istirahat dari berbuat jahat"
Tampilkan postingan dengan label malam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label malam. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Agustus 2014

Purnama..

 
Mungkin aku merindukan purnama
Pesona sinar terangnya menelisik disetiap dedaunan
Membentuk bayang dalam gulita malam
Mengubah gelap menjadi semburat benderang
 
Kau, terlalu jauh untuk ku sapa
Dan aku, hanya mampu memandangmu dari kejauhan
Itupun hanya dalam malam yang terang
Seutuhnya ku bisa rasakan indahnya pancaranmu
Jika awan berbaik hati untuk memberimu keluasan
 
Aku iri pada bintang-bintang yang bersanding denganmu
Mengelilingi selalu menampakan keelokannya
Seolah dekat tanpa jarak bahkan sekat
Menjadikan hiasan menakjubkan untuk sepasang mata manusia
 
Andai ku lihat dari dekat, apakah kau tetap sepeti itu ?
Purnama dengan warna pantulan yang mempesona
Tapi, nyatanya tidak,
Kau tak bisa tanpa matahari
Meskipun tak kan pernah bertemu dalam semasa
Ia, matahari selalu berikan sinarnya penuh untuk dirimu
 
Dan luar biasanya bintang yang selalu setia bersamamu
Memijar berkerlipan membersamai menjadi indah
Menawannya kesempurnaan itu membuat mata terpana
Saling Melengkapi memberi cahaya kehidupan pada malam

Rabu, 20 Agustus 2014

Ijinkan Aku...

 
Ijinkan aku menjejak kaki di kedalaman sebuah hati
Menyelami relung paling pekat oleh gelap 
Hingga tiada seorang pun tahu kecuali diriku
Tatkala hanya diriku yang mengerti keindahan selain yang maha indah    
 
Syahdu ku rasakan bias cahaya rembulan yang menelusup
Disela-sela kilat air terbias dari ketinggian sana
Senyap, namun memberi sebentuk kerinduan dalam hidup
Udara telah mengalunkan nyanyian penyemarak keheningan jiwa
 
Wahai malam ku titipkan sebuah kisah padamu
Ku bisikan suara indah bersama desau angin
Sampai esok hari ku kan menunggu
Sang mentari terbit mematungkan raga dalam pandangan
 
Kan ku sambut datangnya meski hanya sekerjap mata
Hingga bayang terbentuk nyata di hadapan dunia
Kau tawarkan bahagia tak untuk sekedar keindahan
Berucap melalui isyarat sebuah hati yang telah terikat surga